Jumat, 11 Oktober 2013

Lomba Karya Tulis Kepramukaan Bagi Wartawan dan Umum



Sesuai surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 0780-00-F tanggal 15 Juli 2013 perihal Lomba Karya Tulis tentang Kepramukaan bagi Wartawan dan Umum, yang sedianya naskah karya tulis diterima panitia  paling lambat tanggal 30 September 2013 diundur himgga 30 Oktober 2013.

Kami berharap peran aktif Humas Kwarda dan Kwarcab dapat  menghimpun tulisan dan menghimbau media massa di wilayahnya sangat kami nantikan serta segera mengirimkan naskah lomba ke Panitia Lomba Karya Tulis, d.a. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur No. 6, Jakarta 1010.

Materi: 
Lomba Karya Tulis Kepramukaan bagi Wartawan dan Umum

Tema  :           “Pramuka Wadah Pembinaan Karakter Kaum Muda”

Topik Pilihan:
  1. Kegiatan Kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib Di Sekolah 
  2. Menjadikan Kegiatan Kepramukaan Modern dan Disukai Kaum Muda 
  3. Keberadaan Pembina Pramuka sebagai Sumber Daya Utama Pembinaan Kepramukaan 
  4. Menjadikan Pramuka sebagai Duta Perdamaian dan Lingkungan 
  5. Pramuka Membantu Menciptakan Dunia yang Lebih Baik

Meteri Lomba: 
Investigasi mendalam tentang kepramukaan yang dituangkan dalam bentuk feature, artikel, dan ulasan.

Persyaratan Lomba:
  1. Naskah ditulis/dimuat pada media tulis (SKH/SKM, Media Online dan Majalah) medio bulan Maret 2013 sampai dengan September 2013 
  2. Naskah asli adalah hasil karya perseorangan atau bersama yang belum pernah diikutsertakan dalam lomba. 
  3. Karya Tulis dikirim dalam bentuk kliping asli, foto copy dan link media online paling lambat tanggal   30 Oktober 2013 (sudah diterima panitia) d.a. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jl. Medan Merdeka Timur Nomor 6, Jakarta Pusat 1011 
  4. Pengiriman naskah dapat dikirim langsung atau melalui pos 
  5. Pada sampul sudut kiri atas ditulis dengan huruf kapital “LOMBA KARYA TULIS KEPRAMUKAAN. Disertai identitas diri dan keterangan tertulis berisikan nama, alamat dan nomor kontak yang mudah dihubungi. 
  6. Panitia tidak melayani surat-menyurat dengan peserta lomba 
  7. Hasil lomba ditetapkan Juara I, Juara II, Juara III. 
  8. Setiap pemenang akan memperoleh Piagam Penghargaan, trophy tetap serta hadiah uang tunai 
  9. Hadiah bagi pemenang I akan disampaikan pada acara Musyawarah Nasional (MUNAS) Gerakan Pramuka. Akomodasi, konsumsi dan transportasi PP (pesawat) untuk menerima hadiah akan ditanggung panitia 
  10. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
Hadiah
a)    Juara I Rp 10.000.000 + sertifikat + Trofi
b)    Juara II Rp   7.500.000 + sertifikat + Trofi
c)    Juara III Rp  5.000.000 + sertifikat + Trofi
(pajak ditanggung pemenang lomba)

Catatan:
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga akan memberikan penghargaan kepada media cetak/online dan media televise terbaik yang mendukung kegiatan kepramukaan kurun waktu tahun 2009-2013

Minggu, 15 Januari 2012

ANGKARE (Lomba Galang Pramuka Kreatif) HUT ADJ-ACM








Assalamu'alaikum

Salam Pramuka!!!
Untuk memperingati hari jadi Gugus Depan 3111 – 3112 Pangkalan SMA Negeri 1 Cikampek, kami selaku Dewan Ambalan Djuanda - Cut Meutia akan mengadakan lomba penggalang se-Kab.Karawang yang InsyaAllah akan diselenggarakan pada :


Hari / Tanggal          :  Minggu, 12 Februaru 2012
Waktu                      :  Pukul 07.00 WIB s/d selesai
Tempat                     :  SMA Negeri 1 Cikampek
                              Jl. Ir. H. Djuanda, Kotabaru - Karawang
Berikut adalah lomba-lomba yang kami selenggarakan:

1. LKBBT
2. Recycle Contest
3. Scout The Explorer
4. NGADONGENG

CP:
1. 083815139780 (I Anna Tul M)
2. 087879835166 (Siti Maryah)
3. 08561707927 (Hendric Hariansyah)

www.angkaredjcm.blogspot.com

Minggu, 06 November 2011

Pengukuhan Anggota Ambalan Djuanda-Cut Meutia




Pengucapan Janji Pramuka

Setelah pelantikan anggota dan senior pada tanggal 29 Oktober 2011, pada 5 November 2011 para calon anggota akhirnya dikukuhkan dan para anggota baru tersebut boleh memakai badge Ambalan Djuanda-Cut Meutia di samping kiri lengan baju  mereka.


Penyiraman air bunga oleh Pembina Gudep
Kegiatan yang diikuti oleh 34 anggota baru ini sedikit berbeda dengan pengukuhan anggota pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu adalah penyiraman air bunga kepada para anggota baru oleh Pembina Gudep. “Kami hanya ingin memberikan sebuah kesan bagi para anggota baru”, ucap salah satu Dewan Ambalan.
Foto Bersama Anggota Baru, Calon Dewan Ambalan, dan Dewan Ambalan

Atas ridho Illahi, semoga pengukuhan anggota Ambalan Djuanda-Cut Meutia ini bisa membuat jiwa Kepramukaan ada di hati masing-masing anggota. Sehingga apapun yang terjadi, Pramuka lah yang nomor satu, dengan dilandasi kode kehormatan Pramuka.

Jumat, 28 Oktober 2011

Berbicara Tentang Sumpah Pemuda, Seharusnya Juga Berbicara Tentang Kepanduan

PUTUSAN KONGRES
PEMUDA-PEMUDI INDONESIA 
TAHUN 1928


Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia, yang diadakan oleh perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan namanya Jong Java, Jong Sumatra (pemuda Sumatra), Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.

Membuka rapat pada tanggal 27-28 Oktober tahun 1928 di negeri Jakarta ; sesudahnya mendengar pidato-pidato dan pembicaraan yang diadakan di dalam kerapatan tadi ; sesudah menimbang segala isi pidato-pidato dan pembicaraan ini ; kerapatan mengambil keputusan :

Pertama :
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH  INDONESIA.

Kedua :
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.

Ketiga :
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Setelah mendengar putusan ini kerapatan mengeluarkan keyakinan, asas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan –perkumpulan kebangsaan Indonesia;

Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan persatuannya :
Kemauan, Sejarah, Hukum-Adat, Pendidikan dan Kepanduan

dan mengeluarkan pengharapan supaya putusan ini disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan kita.

Rabu, 05 Oktober 2011

KANIRA III 2011 Ranting Kota Baru

Foto bersama Piala bergilir KANIRA III 2011
Alhamdulillah, setelah dua tahun yang lalu kami mendapat Juara 2 pada KANIRA II, kali ini kami merebut Piala Bergilir Juara Umum KANIRA III Ranting Kota Baru. Sebuah keajaiban bagi kami bisa mendapat piala utama tersebut.

KANIRA III Ranting Kota Baru diadakan pada tanggal 30 September sampai dengan tanggal 2 Oktober 2011. Kegiatan yang bertemakan "Pemuda dan Budaya" ini diikuti oleh tujuh SMA/sederajat di Ranting Kota Baru. Adapun sekolah-sekolah tersebut adalah SMA PGRI, SMK PGRI, SMA Pembangunan Global, Mts. Al-Ahliyah, SMK Tri Mitra, SMK Farmasi, dan tentunya SMAN 1 Kota Baru. "Kami hanya diberi waktu satu minggu oleh panitia untuk mempersiapkan hal-hal yang akan dilombakan saat KANIRA nanti." Ucap salah seorang Dewan Ambalan. Lomba-lomba tersebut diantaranya
  • debat,
  • pidato,
  • tari Jaipong,
  • menembak dengan ketapel,
  • cerdas cermat,
  • menghias layang-layang,
  • adu layang-layang,
  • korve tenda,
  • safari camp,
  • threeathlon, dan
  • pupuh Sunda.
Juara-juaranya adalah sebagai berikut:

Putra
1. SMAN 1 Kota Baru
2. SMA PGRI
3. Mts. Al-Ahliyah

Putri
1. SMAN 1 Kota Baru
2. SMA PGRI
3. Mts. Al-Ahliyah

"Piala ini hanya piala bergilir, piala ini belum menjadi milik kita, piala ini akan berpindah tangan bila tahun-tahun berikutnya kita tidak bisa mempertahankannya. Jadi, jangan cepat puas dengan keberuntungan yang ada. Bertahan atau maju!" pesan salah satu Dewan Ambalan kepada seluruh anggota pramuka Ambalan Djuanda-Cut Meutia.

Semoga atas izin Allah SWT, kami bisa meningkatkan kualitas anggota-anggota Ambalan Djuanda-Cut Meutia agar nama harum ambalan kami bisa dipertimbangkan di event-event besar lainnya. Dan semoga, anggota Ambalan Djuanda-Cut Meutia dapat memberikan inovasi-inovasi terbaru sebagai bibit-bibit bangsa yang berkualitas, yang nantinya akan ikut serta membangun masyarakat, sesuai dengan poin Tri Satya

Rabu, 14 September 2011

Sidang Purna Dewan Ambalan Djuanda - Cut Mutia III

Alhamdulillah, ucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia dan ridhonya kepada kita semua untuk dapat melaksanakan Sidang Purna Dewan Ambalan Djuanda - Cut Mutia III di Tahun 2011. Dalam sidang kali ini dihadiri oleh para Purna-Purna walaupun tidak semua dan perwakilan Dewan Ambalan. Walaupun demikian sidang tahuh sekarang dapat berlangsung secara khidmat dan memberikan sebuah hasil, yaitu Revitalisasi Kepengurusang Purna Dewan Ambalan.

Penasehat :
  • Kepala Sekolah
  • Pembina Pramuka
  • Guru

Pimpinan :
  • Ketua         : Kak Roni (05-06)
  • Waka         : Kak Adi (08-09)
  • Sekertaris  : Kak Ika (06-07)
  • Bendahara : Kak Wiati (Dewan 10-11)

Koor. Angkatan :
  • 09-10 : Kak Kholidah
  • 08-09 : Kak Pemi
  • 07-08 : Kak Dena
  • 06-07 : -
  • 05-06 : Kak Fajar
  • 04-05 : Kak Richi
  • 03-04 : -

Sie-sie :
  • Sie. Kegitan       :
  • Sie. Pembinaan  :
  • Sie. Humas         :


Dewan Kehormatan Purna Dewan Ambalan Djuanda - Cut Mutia
  • Ketua             :
  • Waka             :
  • Sekertaris      :
  • Aggt. Purna   :
  • Aggt. Dewan : Kak Figia (Dewan 10-11)

Meskipun masih ada sebagian kepengurusan yang masih kosong, itu akan ditindak lanjuti oleh Pimpinan Purna Dewan dan nantinya akan diresmikan oleh Surat Keputusan. Kami berharap kepada Kakak-kakak Purna yang pernah dulunya aktif di kegiatan Gerakan Pramuka untuk dapat berpartisipasi dan menyalurkan segala macam ide dan kreatifitasnya untuk perkembangan Gerakan Pramuka di SMAN 1 Cikampek. Semoga hasil sidang ini adalah sebuah awal yang positif sebagi bentuk pengabdian tanpa batas umur, yang mudah-mudah di ridhoi Allah SWT. Amin.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega


Dewan Kerja Pramuka
1.      Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka.
2.      Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir, berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
3.      Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan.
4.      Tingkatn Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega
a.       Tingkat Nasional disebut Dewan Kerja Nasional ( DKN )
b.      Tingkat Daerah disebut Dewan Kerja Daerah ( DKD )
c.       Tingkat Cabang disebut Dewan Kerja Cabang ( DKC )
d.      Tingkat Ranting disebut Dewan Kerja Ranting ( DKR )
5.      Fungsi dan Tata kerja Dewan Kerja diatur dalam Surat Keputusan tersendiri.

Lagu Hymne Pramuka


Lambang Gerakan Pramuka


Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.

Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Bentuk dan Arti Kiasan
Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang gerakan pramuka :
1.      Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
2.      Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.
3.      Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4.      Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5.      Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
6.      Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

Penggunaan Lambang
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.

Gambar lambang gerakan pramuka 


Sejarah Kepramukaan Dunia

Pendahuluan
Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.

Riwayat hidup Baden Powell
Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.

Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :
1.      Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
2. Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
3.      Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
4.   Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
5.      Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
6.  Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu. Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.

Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

Sejarah Kepramukaan Sedunia
Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.

Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.

Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.

Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
                Tahun 1924 Jambore II            di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
                Tahun 1929 Jambore III          di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
                Tahun 1933 Jambore IV           di Godollo, Budapest, Hongaria
                Tahun 1937 Jambore V            di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
                Tahun 1947 Jambore VI           di Moisson, Perancis
                Tahun 1951 Jambore VII         di Salz Kamergut, Austria
                Tahun 1955 Jambore VIII        di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
                Tahun 1959 Jambore IX          di Makiling, Philipina
                Tahun 1963 Jambore X            di Marathon, Yunani
                Tahun 1967 Jambore XI          di Idaho, Amerika Serikat
                Tahun 1971 Jambore XII         di Asagiri, Jepang
                Tahun 1975 Jambore XIII        di Lillehammer, Norwegia
                Tahun 1979 Jambore XIV        di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
                Tahun 1983 Jambore XV         di Kananaskis, Alberta, Kanada
                Tahun 1987 Jambore XVI        di Cataract Scout Park, Australia
                Tahun 1991 Jambore XVII       di Korea Selatan
                Tahun 1995 Jambore XVIII     di Belanda
                Tahun 1999 Jambore XIX        di Chili, Amerika Selatan
                Tahun 2003 Jambore XX         di Thailand

Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.

Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.

Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.

Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Sejarah Kepramukaan Indonesia


Pendahuluan
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.

Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.

Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.

Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.

Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

Perkembangan Gerakan Pramuka
Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.

Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.